Teluk Wang Sakti


 

 Teluk Wang Sakti

Tidak heran jika Geopark Merangin yang saat ini masih berstatus Geopark Nasional ini akan segera diakui dunia. Pasalnya di dalam kawasan Geopark Merangin ini menyimpan banyak kekayaan alam, serta legenda dan cerita bersejarah.

Sebelumnya, penulis telahmengupas asal usul Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarab, serta legenda “Aik Balek ke Mudik” dan Lemang Asam.Kali ini penulis akan mengupas tentang asal usul Teluk Wang Sakti, Tepian Idak Berubah, Bukit Sekelam Kabut, yang terletak di Desa Biuku Tanjung, di zona inti GeoparkMerangin.

Teluk Wang Sakti yang memiliki pemandangan eksotis tersebut masih menyimpan sejarah mistik tersebut menjadikan Teluk Wang Sakti menjadi pilihan para wisatawan lokal untuk mengunujungi desa yang berada di dataran tinggi di Kabupaten Merangin tersebut.

Menurut buku Legenda Teluk Wang Sakti,dalam versi dialog batin yang diterbitkan oleh Kantor Parawisata Seni dan Budaya Kabupaten Merangin, Teluk Wang Sakti terbentuk dari sejarah pertempuran antara perampok komring yang datang dan bertepi di tepian untuk menyerang Dusun Tepian Idak Berubahkemudian berjalan kaki menujuh teluk.

Saat itu, salah satu penghuni Dusun Tepian Idak Berubah,Panatih Lelo Baruji sedang menenun di atas sebuah batu ditepi sungai, saat itu perampok mengira kalau Panatih laki-laki namun ternyata setelah sempat terjadi peperangan antara perampok komreng, Patih Lelo Baruji hingga akhirnya terkena pedang perampok komring.

Namun pada saat itu para perampok terkejut ternyata yang menjadi lawan perangnya tersebut merupakan seorang betino(perempuan), hingga akhirnya  perampok memilih mundur dengan membawa teman-temannya dengan membawa tawanan 100 bujang 100 gadis.

Sedangkan akibat peperangan tersebut, banyak warga tewas bergelimpangan sehingga teluk memerah oleh darah manusia. Dari peperangan tersebut muncul nama Teluk Wang Sakti.

Dengan menempuh jarak 17 kilometer dari Kota Bangko menuju Desa Baiku Tanjung,tim jelalah bersama Harian Jambi berkunkjung ke desa tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Pengalaman yang menabjubkan karena hamparan hutan yang masih asri tak tersentuh pembalakan liar menjadikan pengalaman tak terlupakan, dengan menuruni ribuan anak anak tangga dari arah ketinggian untuk menujuh samapai ke teluk wang sakti.

Kepala Desa Biuku Tanjung, Janu Mardani kepada Harian Jambi mengjelaskan,Teluk Wang Sakti yang memiliki pemandangan eksotis tersebut mengundang para pecinta alam untuk mendatangi lokasi tersebut.

“Dari sejarah nenek moyang dulu Teluk Wakng Sakti tersebut muncul akibat terjadi peperangan di teluk ini, dan menamakan teluk ini menjadi teluk wang sakti,” cetusnya.

Tidak hanya itu sejarah mistik lain yang dimiliki oleh Teluk Wang Sakti terdapat mangga dua rasa yang tumbuh diatas batu, di mana pada zaman dulu tempat berteduh para penghuni Dusun Tepian Idak Berubah.

“Yang menjadi menarik untuk dilihat disini(teluk), selain  pemandangan yang masih terjaga dari pembalakan liar karena sudah termasuk dalam kawasan adat hutan guguk, di sini konon katanya zaman dahulu terdapat kolam air jodoh yang berasal dari air terjun, dan sudah dua orang terbukti mandi di lokasi itu mendapatkan jodoh,” katanya.

Teluk Wang Sakti yang memiliki teluk terjal tersebut merupakan zona inti geopark, tepatnya di tempat finis arung jeram Geopark Merangin.


Bagikan ke Jejaring Sosial