Ungkapan Haru dan Terima Kasih Warga Durian Rambun untuk Bupati M. Syukur di Tepian Lubuk Larangan
DURIAN RAMBUN — Gemericik air di tepian Lubuk Larangan Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, menyatukan kehangatan malam itu, Sabtu (5/6).
Di balik rimbunnya Hutan Desa terbaik di Provinsi Jambi, gelak tawa dan perbincangan hangat mengalir tanpa sekat antara jajaran Pemerintah Kabupaten Merangin dan warga.
Malam itu, arena perkemahan di pinggir sungai menjadi saksi tatap muka emosional antara Kepala Desa Durian Rambun, M. Abton, bersama masyarakatnya dengan Bupati Merangin, M. Syukur, anggota DPRD Merangin serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di hadapan pimpinan daerah dan jajaran Forkopimda yang hadir, M. Abton tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Mewakili masyarakat Durian Rambun, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan sederet program bantuan yang diboyong langsung oleh Pemkab Merangin untuk menggenjot perekonomian warga.
Lebih dari sekadar bantuan pangan dan ekonomi, angin segar komitmen pembangunan infrastruktur jalan menuju wilayah Muara Siau, khususnya Desa Durian Rambun, menjadi hadiah terindah bagi masyarakat yang selama ini merindukan aksesibilitas yang lebih baik.
"Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa sekali kepada Bapak Bupati M. Syukur yang hadir bersama Kepala OPD dengan membawa banyak sekali bantuan untuk warga kami," ucap M. Abton dengan nada tulus di hadapan rombongan Pemkab, Camat, Kapolsek, hingga jajaran KPHP yang hadir.
Sebagai desa yang memangkas jarak dengan alam, Durian Rambun bukanlah wilayah yang terlupakan.
M. Abton menegaskan bahwa keberadaan Hutan Desa Rio Kemunyang Desa Durian Rambun telah diakui hingga tingkat nasional dan internasional sebagai salah satu yang terbaik.
Menjaga kelestarian hutan tersebut, baginya, adalah bentuk komitmen konkret warga desa dalam mendukung visi Bupati membawa Merangin semakin jaya.
"Hutan Desa ini adalah salah satu yang terbaik se-Provinsi Jambi dan berkontribusi dengan berbagai mitra skala nasional maupun internasional. Inilah bentuk komitmen kami membantu Kabupaten Merangin mewujudkan harapan Bapak," ungkapnya.
Suasana diskusi yang berlangsung santai itu pun diwarnai kepolosan dan kejujuran khas warga desa. Sembari menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan dalam penyambutan—mulai dari hidangan hingga tempat menginap—M. Abton menyelipkan seloroh rendah hati yang mencairkan suasana perkemahan.
"Sebenarnya banyak hal yang ingin kami sampaikan, tapi masyarakat sudah tidak sabar menunggu Bapak berpidato. Kami mohon maaf jika ada tidur yang kurang nyenyak atau tempat yang kurang layak. Jujur saya sebenarnya ingin berlama-lama, tapi karena Bapak Bupati terlalu ganteng, saya jadi agak minder," kelakarnya yang disambut senyum hangat rombongan.
Di balik gurauan itu, tersirat doa dan harapan tulus agar sang Bupati senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, dan keteguhan iman dalam memimpin Kabupaten Merangin.
Bagi M. Abton dan warga Durian Rambun, kehadiran orang nomor satu di Merangin malam itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan penguat ikatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya di garis terdepan kelestarian alam Merangin. (Indra/van/Kominfo)