Website Resmi - Pemkab Merangin


Logo Merangin
Penulis Pemkab Merangin
Diterbitkan 26/08/2026

Kualitas Udara Memburuk, Wabup A. Khafidh Bagikan Masker dan Pertimbangkan Sekolah Daring

BANGKO – Pemerintah Kabupaten Merangin mulai mengantisipasi dampak buruk menurunnya kualitas udara akibat paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Bangko dan sekitarnya.

Sebagai langkah awal perlindungan kesehatan masyarakat, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, turun langsung membagikan masker medis gratis kepada para pelajar di SDN 02 Bangko dan SMPN 1 Merangin, Rabu (26/8). Tak hanya dilingkungan sekolah, Wabup A. Khafidh juga membagikan masker kepada warga di jalan depan sekolah.

Wabup A. Khafidh menjelaskan bahwa aksi tanggap ini dilakukan atas instruksi langsung dari Bupati Merangin, M. Syukur. 

Langkah tersebut diambil menyusul adanya laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin yang menunjukkan tingkat pencemaran udara sudah mendekati ambang batas mengkhawatirkan.

"Pagi ini, sesuai instruksi Bapak Bupati M. Syukur dan berdasarkan laporan dari Kadis Kesehatan serta Kadis Lingkungan Hidup, kondisi udara khususnya di Kota Bangko sudah mencapai ambang batas yang cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan. Terutama bagi anak-anak sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP," ujar Wabup A. Khafidh di lokasi kegiatan, Rabu (26/8).

Ia menambahkan, pembagian masker pada hari ini difokuskan di SDN 02 Bangko dan SMPN 1 Merangin sebagai titik sampel. Selanjutnya, jajaran Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menyalurkan masker secara merata ke seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Bangko.

Selain itu, Pemkab Merangin melalui Dinas Kominfo juga terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan warga sekolah agar selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Wabup juga mengklarifikasi bahwa kabut asap yang mengepung Kota Bangko saat ini bukan berasal dari titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Merangin, melainkan kabut asap kiriman dari daerah tetangga yang terbawa hembusan angin.

Pemkab Merangin terus memantau perkembangan indeks standar pencemaran udara (ISPU) hingga sore hari. 

Jika pekatnya kabut asap tak kunjung membaik dan dinilai makin membahayakan kesehatan peserta didik, Bupati Merangin dijadwalkan akan segera menerbitkan surat edaran terkait pengalihan proses belajar mengajar dari tatap muka menjadi sekolah daring.

"Kita terus memantau perkembangan kondisi udara di Kota Bangko. Nanti dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi. Jika hingga sore kondisi kabut asap masih tebal dan mengancam kesehatan anak-anak, Bapak Bupati akan mengeluarkan surat edaran untuk menerapkan sekolah daring," pungkasnya. (Indra/van/kominfo)