Hidupkan Tradisi Mengaji di Rumah, Bupati M. Syukur Ingin Alquran Menjadi Bacaan Harian
SUNGAI MANAU – Bupati Merangin, M. Syukur, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Merangin untuk kembali menghidupkan tradisi mengaji di rumah masing-masing.
Ia menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian yang rutin diamalkan di tengah keluarga dan setiap desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-52 tingkat Kabupaten Merangin tahun 2026 di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Sabtu (18/7).
Didampingi Wakil Bupati A. Khafidh dan Sekretaris Daerah (Sekda) Zulhifni, Bupati M. Syukur menekankan bahwa pembangunan daerah harus diimbangi dengan penguatan mental spiritual masyarakat.
"Kami ingin setiap desa memiliki semangat mengaji. Kami ingin setiap keluarga menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan harian. Kami ingin setiap anak Merangin bangga menjadi generasi yang qurani," ujar Bupati M. Syukur di hadapan para kafilah dan warga yang hadir.
Mengusung tema 'Mewujudkan Generasi yang Qurani, Berakhlak Mulia, dan Berdaya Saing Menuju Merangin Baru 2030', Bupati M. Syukur memaparkan visinya mengenai arah pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Merangin.
Menurutnya, target besar "Merangin Baru 2030" hanya dapat dicapai melalui karakteristik masyarakat yang unggul secara intelektual sekaligus spiritual.
"Merangin Baru 2030 harus dibangun oleh manusia yang berkualitas, manusia yang cerdas pikirannya, manusia yang bersih hatinya, manusia yang kuat akhlaknya, dan manusia yang dekat dengan Tuhannya," jelasnya.
Dalam sambutannya, Bupati juga memberikan catatan historis mengenai pasang surutnya sebuah peradaban. Ia mengingatkan bahwa kekuatan moral merupakan faktor kunci keberlanjutan suatu bangsa dalam menghadapi perkembangan zaman.
"Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa yang besar akan runtuh ketika moralnya rapuh, tetapi bangsa yang memiliki akhlak yang kokoh akan mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan," pungkasnya. (Indra/madi/guh/van/Kominfo)