Website Resmi - Pemkab Merangin


Logo Merangin
Penulis Pemkab Merangin
Diterbitkan 15/06/2026

Haul KH Abdul Aziz, Bupati M. Syukur Kenang Kisah Emosional Bersama Almarhum

BANGKO - Bupati Merangin, M. Syukur, menghadiri Haul Akbar ke-3 KH. Abdul Aziz Khatib sekaligus Temu Akbar Alumni Madrasah Zuhratussa'adah di Pondok Pesantren Al-Aziziah, Dusun Ladang Panjang, Kecamatan Muara Siau, Senin (15/6).

Dalam sambutannya, Ia membagikan kisah emosional bersama almarhum yang akrab disapa Nek Etek atau Guru Aziz. Ia mengenang momen tahun 2009 saat pertama kali meminta doa restu untuk maju ke legislatif.

Menurutnya, almarhum Guru Aziz adalah sosok yang sangat istiqomah dan tawaduk. Meski dalam kondisi sakit dan memiliki keterbatasan penglihatan, beliau tetap fokus menyiarkan agama Islam di Muara Siau.

"Saya masih ingat, ini merinding saya. Tahun 2009, waktu saya mencalonkan diri sebagai anggota DPD, saya belum kenal yang mana itu Nek Etek atau Guru Azis. Waktu itu jalan belum di aspal. Saya datang ke Guru Aziz, saya minta doa. Alhamdulillah, terpilih dan sejak saat itu saya rutin mengunjungi beliau. Terakhir, waktu beliau sakit, saya datang di malam hari. Saya melihat beliau sedang mengaji," kenang Bupati M. Syukur.

Beranjak dari kisah emosional itu, Bupati M. Syukur berkomitmen untuk mendukung pendidikan agama Islam. Pemerintah Kabupaten Merangin menggulirkan program bantuan dana sebesar Rp100 juta per pesantren. Saat ini, tercatat ada sekitar 90 pesantren resmi yang mengantongi SK Kementerian Agama (Kemenag).

Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah, dengan target rampung pada periode anggaran 2025 hingga 2027.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengubah pandangan negatif yang menganggap pesantren sebagai tempat penampungan anak nakal. Menurutnya, tidak ada anak yang nakal, melainkan hanya terjadi sumbatan komunikasi antara orang tua dan anak.

"Pesantren adalah tempat terbaik untuk menanamkan pondasi agama dan Al-Qur'an. Ini modal penting agar anak memiliki arah hidup yang benar, apa pun profesi mereka di masa depan, baik menjadi TNI, Polri, kepala daerah, maupun kiai," tegasnya.

Kendati pertumbuhan pesantren di wilayah Jambi cukup pesat, M. Syukur memberikan catatan kritis. Ia menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi daerahnya, terutama tingginya angka peredaran narkoba dan penyakit masyarakat lainnya.

Diakhir sambutannya, Bupati mengingatkan warga untuk bijak bermedia sosial, mengingat hampir 80 persen masyarakat Jambi aktif menggunakan platform Facebook dan TikTok. Beliau meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks atau video editan.

"Lakukan tabayun atau cek dan ricek sebelum menyebarkan informasi agar tidak terjebak pelanggaran UU ITE. Manfaatkan media sosial untuk hal positif, seperti mempromosikan produk UMKM," pungkasnya. (Bagus/van/Kominfo)