Buka Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029, Bupati M. Syukur: Mau Kerja atau Mundur!
BANGKO — Bupati Merangin, M. Syukur, memberikan ultimatum tegas kepada seluruh jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Merangin.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Merangin Tahun 2025–2029 di Aula Depati Payung Bappeda, Kamis (29/10).
Acara ini dihadiri dan didampingi langsung oleh Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, Sekretaris Daerah Zulhifni, unsur pimpinan bersama anggota DPRD Kabupaten Merangin, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, para camat, instansi vertikal, perwakilan perusahaan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Forum ini juga menghadirkan narasumber ahli untuk memperkaya substansi perencanaan, di antaranya tim ahli penyusunan RPJMD dari Universitas Brawijaya Malang yang diwakili oleh Toriq, serta Nurjanah Pangeran, ST selaku narasumber dari Bappeda Provinsi Jambi.
Dalam arahannya yang visioner namun tegas, Bupati M. Syukur menekankan bahwa perubahan dokumen RPJMD ini bukan hanya sebuah formalitas, melainkan langkah penting untuk menyelaraskan arah kebijakan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, serta dinamika ekonomi yang berkembang demi kesejahteraan masyarakat.
Namun, di balik target-target pembangunan tersebut, bupati menyoroti tajam kinerja dan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta para kepala dinas hingga camat untuk tidak sekadar bekerja rutinitas, melainkan menunjukkan kontribusi dan hasil nyata.
"Sekarang siapa yang mau bekerja, kita promosikan. Yang tidak mau bekerja, silakan mundur. Tanggung jawab terhadap masyarakat ini bukan hanya bupati, kita semua bertanggung jawab," tegas M. Syukur di hadapan para peserta forum.
Bupati juga mewajibkan kepala dinas dan camat untuk selalu hadir langsung dalam setiap agenda penting pemerintahan dan melarang pengiriman staf jika tidak ada hal yang bersifat mendesak.
Menurutnya, penghargaan terhadap suatu acara merupakan wujud nyata penghormatan terhadap kepentingan masyarakat Merangin.
Sementara itu, di sektor pembangunan fisik dan ekonomi, bupati memaparkan komitmen pemerintah dalam menggenjot infrastruktur jalan, mengoptimalkan aset-aset daerah seperti pasar rakyat, rumah dinas spara camat serta memastikan perputaran roda ekonomi lokal memberikan dampak langsung bagi warga.
"Merangin baru itu bukan soal bangunan saja, tetapi mulai dari perspektif cara berpikir, mindset, dan disiplin kita, supaya masyarakat betul-betul merasakan pemerintah itu hadir. Camat juga harus produktif dan stand by diwilayah tugas. Untuk itu, kita perbaiki rumah dinasnya," pungkasnya. (Indra/Van/Kominfo)