Kondisi Ekonomi

  1. Potensi Unggulan Daerah

Kabupaten Merangin memiliki potensi sumber daya daya cukup melimpah, baik dalam bentuk potensi sumberdaya yang dapat diperbarui maupun tidak dapat diperbarui. Potensi unggulan dari sumberdaya yang dapat diperbarui, berupa berbagai jenis komoditi yang dapat dihasilkan di Kabupaten Merangin, baik dalam non kayu maupun berbagai jenis kayu-kayuan serta hasil hutan. Sedangkan untuk komoditi berbagai jenis kayu, sekarang ini telah mengalami penurunan yang cukup draktis ini diakibatkan oleh potensi yang ada semakin terbatas dari tahun ke tahun sebagai akibat tidak adanya penanaman kembali.

Adapun komoditi unggulan di Kabupaten Merangin yang terkasuk dalam kotegorinono kayu, dapat dibagi dalam ; komoditi unggulan tanaman pangan, komoditi unggulan perkebunan, komoditi unggulan perternakan dan komoditi unggulan perikanan. Komoditi unggulan yang termasuk dalam pertanian khususnya tanaman pangan menyangkut berbagai komoditi yang diusahakan petani secara umum maupun khusus. Komoditi tanaman pangan yang menjadi unggulan di Kabupaten Merangin antara lain : Padi, dengan luasan lahan sebesar 32.616 ha; Kentang, dengan luasan sebesar 800 ha; Jeruk, dengan luasan sebesar 720 ha; Duku, dengan luasan sebesar 1.498 ha dan Sayur-sayuran , dengan luasan sebesar 2.643 ha serta komoditi lainnya.

Sedangkan untuk komoditi perkebunan, Kabupaten Merangin memeliki berbagai jenis komoditi unggulan.; Selain jenis tanaman yang telah dibudidayakan sejak nenek moyang, juga terdapat berbagai komoditi baru yang diminati hampir seluruh lapisan masyarakat. Adapun berbagai jenis komoditi perkebunan tersebut adalah sebagia berikut :

Tabel 1.5 : Jenis dan Luas Areal Komoditi Perkebunan di Kab. Merangin Tahun 2007 - 2008

No

Komoditi

Tahun Pelaksanaa

Perkembangan

2006

2007

2008

%

1

2

3

4

5

6

1

Karet

117,509

20,695

123,473

2,3

2

Kelapa Dalam

2,101

1,965

3,128

59,1

3

Kelapa Hybrida

512

494

356

-28

4

Kelapa Sawit

5,918

47,500

48,127

1,32

5

Kopi

9,943

9,987

10,408

4,2

6

Kapuk

78

58

12

-79.3

7

Cassiavera

6,085

5,340

4,769

-10.7

8

Lada

12

3

2

-33.3

9

Aren

297

277

1,382

400

10

Cengkeh

3

3

3

0

11

Pinang

280

290

425

46.5

12

Coklat

80

111

130

17.1

13

Kmiri

45

44

36

-18.18

14

Vanili

0

0

0

0

15

Nilam

916

957

957

0

 

 

 

 

 

 

Jumlah ................

183,777

187,722

193,208

2,9

Sumber : Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin Tahun 2008

Terhadap perternakan dan perikanan, di Kabupaten Merangin juga terus dikembangankan secara bersinambungan. Untuk jenis komoditi perternakan yang menjadi andalan antara lain, pemgembangan Sapi Bali dan Kambing Peranakan Etawa di Kecamatan Tabir dan Pemenang. Jenis kedua hewan ini termasuk hewan besar dan sedang yang terus di kembangkan di Kabupaten Merangin. Bahkan menjadi kawasan pengembangan di Kecamatan Tabir dan Pemenang telah dijadikan kawasan sentra pengembangannya. Untuk menjaga komoditi perikanan, khususnya dengan ikan khas di Kabupaten Merangin telah ditetapkan komoditi ikan semah sebagai ikan unggulan di Merangin. Namun demikan, jumlah ikan ini masih terus dikembangkan. Salah satu pengembangan dan pelestariannya, telah dilakukan melalui pengembangan kawasan khusus (kawasan reservat) dan pengembangan lubuk larangan secara bersinambungan.

  1. Petumbuhan Ekonomi/PDRB

Dari hasil pelaksanaan pembangunan yang merupakan implementasi terhadap penanganan urusan kewenangan daerah, secara nyata telah memberikan pengaruh yang cukup besar dalam menumbuhkembangkan perekonomian daerah. Artinya dari setiap pengalokasian anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Merangin telah memberikan implikasi yang cukup berarti dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Gambaran ini tercermin dari kondisi ekonomi makro yang dicapai pada awalnya terus mengalami peningkatan yang cukup mengembirakan. Berdasarkan perhitungan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, pertumbuhan ekonomi selama 2 (dua) tahun terakhir mengalami peningkatan secara berkesinambungan yaitu dari 5,19 persen pada tahun 2006 dan 6,99 persen pada tahun 2007. Namun dengan terjadinya krisis global yakni turunnya secara signifikan harga minyak dunia yang mengakibatkan banyaknya perekonomian yang mengalami krisis dan berakibat pada faktor-faktor ekonomi. Untuk tahun 2008 berdasarkan angka perhitungan sementara BPS Kabupaten Merangin, pertumbuhan ekonomi daerah hanya berkisar pada angka 3,21 persen. Jika dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi nasional yang juga mangalami penurunan untuk tahun 2008 sebesar 4,2 persen, Kabupaten Merangin masih dianggap aman dalam sisi kestabilan ekonomi daerah.

Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut di atas, pada hakekatnya tidak akan terlepas dari sektor-sektor usaha yang dilakukan masyarakat. Adapun pertumbuhan dari sektor-sektor tersebut secara umum dapat dikatakan bahwa pada sektor yang relatif kecil mengusai hajat hidup masyarakat, mempunyai pertumbuhan yang cukup besar. Pertumbuhan tetinggi secara berturut-turut dialami oleh sektor listrik, gas dan aor bersih, kemudian sektor pertambangan dan galian, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor perdagangan , hotel dan restoran, sektor industri dan pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dan sektor bangunan.

Tabel 1.6 : Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Merangin Tahun 2003 - 2007 Atas Harga Konstan Tahun 2000

No

Bidang Pembangunan

Tahun

2006

2007

2008

1

2

3

4

5

1

Pertanian, Perkebunan, Pereternakan, Kehutanan dan Perikanan

3,06

0,61

0,34

2

Pertambangan & Penggalian

19,85

19,14

18,2

3

Industri Pengolahan

4,69

7,78

6,82

4

Listrik, Gas & Air Bersih

39,93

18,56

16,74

5

Bangunan

-1,61

26,37

23,47

6

Perdagangan, Hotel & Restoran

12,50

13,17

12,01

7

Pangkutan & Komunikasi

3.60

9,92

10,06

8

Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan

14,88

8,37

9,86

9

Jasa-jasa

4,21

7,97

8,67

Laju Pertumbuhan PDRB .......

5,19

6,99

3,21

Sumber Data : BPS Kabupaten Merangin ( 2008* angka sementara)

Adapun sektor-sektor yang mempunyai pertumbuhan cukup besar atau lebih dari 10 persen selama 5 ( lima ) tahun , pada dasarnya dapat digambarkan sebagi berikut :

  1. Pertumbuhan sektor-sektor usaha, yang memberikan sumbangan laju pertumbuhan di bawah 10 persen, akan tetapi menkadi tempat bergantungnya kehidupan masyarakat. Sektor-sektor tersebut seperti Pertanian, Perternakan, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, Sektor Pengangkutan, Pos dan Telekomunikasi, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa.

  2. Pertumbuhan sektor-sektor usaha yang mengalami laju pertumbuhan di atas 10 persen, tetapi hanya dimilki oleh masyarakat tertentu saja yang jumlahnya relatif kecil seperti sektor Pertambangan dan penggalian, Sektor Listrik, Gas dan air Bersih dan Sektor Bangunan.

Dengan adanya penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, telah berimplikasi pula pada peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan pendapatan Kapita. Pendapatan Domistisk Regional Bruto (PDRB) per kapita selama 2 (dua) tahun dapat digambarkan sebagai berikut : Rp. 5.169.928,- pada tahun 2006, menjadi Rp. 5.953.344,- pada tahun 2007 dan meningkat pada tahun 2008 sebesar Rp. 6.012.892,- atau meningkat rata-rata sebesar 2,69 persen. Dengan peningkatan ini pula telah memberikan imbas pada peningkatan pendapatan per kapita pula. Capaian pendapatan per kapita per tahunnya yaitu pada tahun 2006 sebesar Rp. 5.169.928,- kemudian tahun 2007 meningkat sebesar Rp. 5.953.344,- pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 6.012.892,- atau meningkat sebesar 2,06 persen. Dari perkembangan perekonomian daerah saat ini diprediksi akan terjadi penningkatan tahun 2009 sebesar 3,21 persen.

Dengan meningkatnya Pendapatan Domistik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan Pendapatan Per Kapita penduduk ini, secara nyata telah memberikan implikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari meningkatnya daya beli masyarakat dan semakin menurunya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Merangin. Oleh karena itu dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan pemerintah daerah akan terus berusaha meransang sektor-sektor ekonomi yang mengusai hajat gidup masyarakat untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Upaya ini telah ditempuh melalui peluncuran berbagai kebijakan populis yang mampu meransang, mendorong dan memacu pemberdayaan potensi sumberdaya lokal dan membuka peluang usaha-usaha baru ekonomi produktif.