» M-pojok It2
»
Senin, 11 September 2017

Sebanyak 22 orang yang dikuliahkan di jurusan kebidanan itu, langsung diberikan SK untuk mengabdi di desanya masing-masing sebagai bidan desa. ‘’Pemberian SK ini sesuai dengan komiten saya di program 2013,’’ujar Bupati.

Dimana saat itu lanjut bupati, Kabupaten Merangin menempati peringkat kedua di Provinsi Jambi, tingginya angka kematian ibu dan bayi. Untuk menekan dan menghapus angka kematian ibu dan bayi tersebut, dibutuhkan para bidan tangguh.

Untuk itulah bupati menciptakan bidan-bidang tangguh, dengan merekrut anak-anak dari keluarga miskin dari pelosok desa terpecil yang tidak mungkin bisa kuliah, mereka dikuliahkan agar bisa menjadi bidan desa yang tangguh.

‘’Masih ada puluhan anak lagi yang belum menyelesaikan studinya. Jika mereka semua telah menyelesaikan tugas dan kewajibannya sebagai mahasiswa dan lulus, juga akan diberikan SK,’’terang Bupati.

Mereka yang kuliah dengan beasiswa program Keluarga Miskin, diwajibkan mengabdi untuk desanya masing-masing. Setelah ditugaskan di desanya, bupati berpesan untuk selalu memantau ibu-ibu hamil sampai ibu itu melahirkan.

‘’Jika semua anak itu telah kita SK-kan semua, saya yakin tidak akan ada lagi angka kematian ibu dan bayi. Sengaja mereka diambil dari desa dan ditugaskan didesanya sendiri supaya jangan pindah-pindah tugas,’’jelas Bupati.(teguh/humas)

Nama :
Email :
Komentar :